Cerita Dari Penyampai TransTV Conchita Caroline Naik Li0n Air JT610 Malam Hari Sebelum Tr4gedi Terjadi

Ini cerita penyampai Trans TV Conchita Caroline yang menaiki pes4wat Li0n Air JT610 pada malam hari sebelum tr4gedi terjadi pada Senin pagi 29 Oktober, dari pes4wat delay, penumpang kepanasan di kabin pesawat hingga sesak nafas kerana kekurangan oksigen.

TribunStyle.com mengutip InstaStory di Instagram Chonchita Caroline yang berkongsi cerita-cerita ketidakselesaan para penumpang yang menaiki pes4wat tersebut pada malam hari sebelum tr4gedi terjadi pada Senin pagi.

Pengacara ‘Katakan Putus’ di Trans TV itu berkata, dia menaiki pes4wat tersebut dengan penuh sabar. Itu karena pes4wat delay (tunda terbang) disebabkan technical error.

Ia juga sempat bercerita ada penumpang yang muntah, sampai sesak nafas kerana kekurangan oksigen. Mesin pes4wat beberapa kali m4ti, pendingin udara/ AC juga error dan tak berfungsi baik. Pes4wat sudah masuk landasan pacu (runway) tapi batal take off, lalu kembali ke parkiran.

“Ada kesalahan teknikal yang tidak sedikit pun dijelaskan kepada penumpang,” cerita Conchita Caroline di InstaStory.

Pes4wat parkir 30 minit dalam kondisi AC m4ti, kabin panas, dan para penumpang mengeluh tak selesa.

Kerana kepanasan, penumpang memaksa dan meminta pintu pes4wat dibuka sementara menunggu pembaikan. Penumpang keluar untuk mencari udara yang lebih segar dan lebih dingin.

Sekian lama di luar pesawat, para penumpang masih tak mendapat penjelasan. Conchita lama-lama marah kerana tak satu pun kru pesawat mendekati penumpang, menjelaskan apa yang terjadi.

“”Saya smpai marah kerana sebagai penumpang yang sudah bayar wang tiket, kita punya hak untuk bertanyakan keadaan pes4wat,” katanya.

Berikut TribunStyle.com sajikan cerita selengkapnya Conchita Caroline bersumber Inst4Story – nya.

“1. Turut berduka cita atas mus1bah yang menimpa penumpang serta crew kabin Li0n Air JT610. Cukup membuatkan saya terkejut karenaa itu pes4wat yang saya dan pasukan @katakanputus_ttv naiki dari Denpasar ke Jakarta TADI MALAM.

Sepatutnya berlepas pada pukul 18.15 tetapi 19.30. Itupun lama untuk take off, mesin beberapa kali m4ti dan AC-pun m4ti.
Sempat keluar parkiran dan bergerak menuju runway tapi kerana ada “kesalahan teknikal” yang tidak sedikitpun dijelaskan kepada penumpang, akhirnya pes4wat kembali ke parkiran.

Pes4wat parkir selama kurang lebih 30 minit dengan keadaan banyak orang dan anak kecil kekurangan oksigen (ada yang muntah) saking panasnya (AC m4ti, bunyi mesin terdengar berbeza dan lantai pes4wat terasa panas sangat entah pengaruh mesin atau apa) tanpa adanya penjelasan dari crew kabin apa sebnernya masalah yang terjadi.

Setelah penumpang banyak yang protes dan memaksa pintu dibuka, brulah crew kabin membenarkan sebagian penumpang keluar untuk mencari udara. Saya termasuk beberapa orang terakhir yang keluar karena awalnya saya masih yakin masalah boleh diselesaikan dan keluar pes4wat hanya akan mengeruhkan keadaan. Tapi 15 minit berselang, masih tidak ada penjelasan dari pihak penerbangan sementara suhu dalam pes4wat makin meningkat sampai saya tdak boleh duduk diam didalamnya.

2. Setelah majoriti penumpang ada diluar pes4wat, pihak penerb4ngan pun tetap tidak ada yang sampai untuk memberi penjelasan kepada penumpang yang terabai.
Pihak bandara yang juga ada dsitu (saya tidak tau nama pekerjaan/titlenya apa, tak mau sebut takut salah) bahkan keliru tentang perlu menjelaskan apa yang disebabkan oleh koordinasi hanya antara krew kabin dan burul mereka..

They’re just as clueless ass we all are.
Setelah cukup lama tiba-tiba aja para penumpang dipaksa masuk karena katanya mau ENGINE CHECKING. Trial. Percubaan.
Saya sampai marah kerana sudah bayar wang tiket, kita punya hak untuk bertanyakan keadaan pes4wat. Kalo masih trial atau checking, kenapa harus bawa penumpang?

Padahal shuttle bus sudah standby disitu untuk mengangkut penumpang kembali ke gedung bandara dan menunggu proses pemeriksaan yang mana menurut saya lebih bijak dilakukan.
Setelah semua penumpang dipaksa masuk kembali, duduk ditempat masing-masing dengan kondisi AC masih tidak menyala dan badan kapal super panas, sempat ada pengumuman bahwa pes4wat akan take off.

Tapi masalah tidak berhenti sampai disitu. Kerana 10 menit kemudian pes4wat tetap tidak bergerak dan lampu mesin pes4wat sempat m4ti BEBERAPA KALI. Berkelip seperti ada kesilapan..

3. Pada saat pes4wat menuju ke runway pun penumpang masih tidak yakin dan tak tau masalah apa sebenrnya yang sedang cuba diperbaiki. Masih banyak yang marah-marah protes mengenai kurangnya oksigen dalam kabin..tetapi masih tidak diberi perhatian.. Kita tetap dibawa menuju runway sampai akhirnya take off dengan suara mesin yang berbeza dari biasanya khususnya disisi sebelah kanan badan pes4wat.

Suara mesin pun tidak mengalami perubahan selama penerbangan, tetap menderu-deru aneh.
Tapi Alhamdulillah, kita mendarat dengan selamat di Jakarta. Leganya sangat akhirnya tiba meskipun banyak masalah dan jam kedatangan jauh melewat.

Setidaknya kami masih dalam lindunganNya, masih diberikan kesempatan bertemu keluarga dirumah. Inti dari cerita saya adalah, saya sangat terkilan komunikasi buruk pihak maskapai dengan para penumpang.

Cara mereka memperlakukan penumpang tidak ada peduli-pedulinya sama sekali, Walaupun anda ingin mengatakan bahawa tiket kapal terbang pesawat itu mampu dimiliki, namun penumpang sudah membeli dan membayar. Masa jaminan keamanan aja tidak ada. Pesawat bermasalah disembunyikan dari penumpang. Tidak ada penjelasan sedikitpun.

Sekali lagi, saya turut berdukacita atas mus1bah yang menimpa pes4wat JT610 pagi tadi (semalam). Semoga keluarga k0rban diberikan ketabahan.

Dan semoga ini boleh jadi pengingat buat kita semua untuk selalu bersyukur atas hidup dan RezekiNYA yang masih terus kita nikmati (pray).
Buat maskapainya, semoga ada perubahan dan pembaikan. Mulai dari kualiti pes4wat, mantenance, customer care, dan lain sebagainya.

Stay Safe Guys.

4. Oh iya. Saya sempat beranya sama salah satu pekerja (kalau tidak salah beliau engineer) . apakah benar kita disuruh masuk pesawat lagi karena mau check engine? apakah itu bijak. karena mengecek mesin pun bukan tiada r1siko.

Dijawabnya malah defensif – tapi tetap tanpa penjelasan apapun. Beliau cuma tunjukkan surat izin terbang yang sudah beliau tanda tangani dan bilang katanya masalah sudah selesai, dia berani jamin.

Beliau memperlakukan saya seperti penumpang yang penuh drama dan menggangu, padahal yang saya tanyakan itu mewakili teman-teman @katakanputus_ttv dan para pelancong yang kebingungan dan tidak mengerti bahasa Indonesia tapi panik lihat banyak orang tetap dipaksa masuk dalam pesawat dengan mesin bermasalah.

Cukup bikin kecewa, but again, I guess that’s just the way they treat customers then. Just sayin’.”

Sumbet : TribunStyle